Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang raja yang sangat arogan dan egois, sang raja mempunyai seorang sahabat yang sangat baik dan apabila ditanya tentang apapun dia selalu menjawab “thats good”, sahabat tersebut dikenal dengan kebaikannya tetapi sangat berlainan dengan sang raja yang arogan.
Mereka berdua mempunyai hobi yang sama yaitu berburu, sang raja dan sahabat tersebut selalu berburu di waktu senggang. Mereka suka menjelajahi dunia baru bersama-sama. Pada suatu hari mereka berburu hutan yang sangat berbahaya, bukannya mereka takut tetapi mereka malah tertantang untuk berburu di hutan itu.
Didalam hutan itu mereka bertemu dengan seekor harimau yang sangat besar, sementara sang sahabat hanya terperanjat di tempatnya lalu mengucapkan “thats good” , melihat sahabatnya akan diserang oleh si harimau, sang rajapun membela sang sahabat dan terjadilah perkelahian antara sang raja dan harimau yang sangat besar, sang raja bertarung dengan gagah berani mencoba untuk menumbangkan si harimau, sang raja menarik pedangnya lalu dengan segenap kekuatannya sang raja berusaha untuk menusuk si harimau, ketika sang raja berusaha untuk menusuk si harimau, si harimau berusaha untuk melawan dan menggigit tangan sang raja. Akhirnya sang rajapun memenangkan pertandingan antara manusia dan hewan buas si penguasa hutan.
Sang sahabat yang menyaksikan pertarungan itu hanya terperanjat dan kagum atas keberanian sang raja. Lalu tanpa berpikir panjang dia langsung membantu sang raja yang tangannya terluka, ternyata ketika sang raja bertarung dengan si harimau, si harimau menggigit jari jempolnya pada saat sang raja berusaha untuk menusukkan pedangnya, sang rajapun sadar ternyata dia telah kehilangan jari jempolnya, lalu tiba-tiba sang raja pingsan akibat dari luka itu.
Ketika sang raja sadar dari pingsannya, sang rajapun memanggil sahabatnya, sang sahabat datang menghampiri sang raja, sang raja bertanya tentang jarinya yang putus, lalu sang sahabat pun dengan entengnya menjawab “thats good”, sang raja sangat tersinggung dengan jawaban sahabatnya lalu dia mengulang pertanyaannya lagi,
“Sahabatku aku sangat sedih karena aku sudah menolongmu dari harimau itu tetapi mengapa engkau berkata seperti itu?”
” That’s good raja….” jawab sahabat
Rajapun murka dengan jawaban itu, lalu dia berteriak
“Beraninya kau menjawab seperti itu, aku mengorbankan nyawaku untu menolongmu!”
sang raja memanggil pengawal dan memenjarakan sahabatnya itu.
Setahun berlalu, sang raja tetap menjalankan hobi berburunya, dia menjelajahi hutan itu sendirian tanpa sahabatnya, di hutan itu, dia bertemu dengan suku asli hutan itu, ternyata suku itu adalah suku kanibal, suku yang suka memakan orang apalagi orang itu adalah orang asing, mereka sangat banyak dan membawa senjata-senjata yang berbahaya, tidak seperti melawan harimau kali ini sang raja sangat kewalahan karena dia menghadapi banyak orang apalagi mereka adalah suku kanibal.
Setelah mereka menangkap sang raja, mereka terperanjat dan jijik ketika melihat tangan sang raja yang tidak normal alias tidak ada jempolnya. Suku kanibal itu sangat pantang untuk memakan manusia yang tidak sempurna apalagi setelah mengatahui bahwa sang raja tidak mempunyai jempol. Lalu mereka melepaskan sang raja.
Sang rajapun sangat senang dengan kejadian ini dia segera lari dan kembali ke istananya, akhirnya diapun teringat dengan sahabatnya yang pernah mengatakan bahwa tangannya yang tidak sempurna dengan kata-kata “that’s good.
Sang raja segera berlari ke penjara dan membebaskan sahabatnya lalu dia menceritakan kejadian tentang suku kanibal yang berusaha untuk memakannya, lalu mereka tidak jadi memakannya karena tangannya yang tidak sempurna, sang raja meminta maaf kepada sahabatnya dan membebaskan sahabatnya dari penjara. Sementara itu sang sahabat menjawab dengan puji syukur “that’s good”, sang raja kaget mendengar hal itu karena sang raja sudah memenjarakan sahabatnya selama setahun tetapi dia menjawab dengan puji syukur “that’s good”, sang raja bertanya kepada sahabatnya
“kenapa kau menjawab seperti itu? Bukankah aku sudah memenjarakanmu selam satu tahun” tanya sang raja.
lalu sang sahabat menjawab,
“Kalau kau tidak memenjarakan aku maka aku pasti ikut denganmu untuk berburu, kalau aku ikut berburu pasti aku yang akan dimakan oleh suku kanibal, jadi apapun yang terjadi tetap that’s good”
Sang rajapun tertawa mendengar ucapan sahabatnya, dan ikut berkata
“That’s good”
PS. cerita ini aku dapat dari temenku jun, pada waktu kita masih semester 5, waktu itu aku selalu komplain tentang berbagai hal, lalu diapun menceritakan hal ini dan membuatku berpikir untuk selalu berkata “that’s good” walau apapun yang terjadi, saat ini aku udah lulus dan walaupun sampai sekarang aku belum dapat kerja dan tetap menjadi pengangguran aku harus manjawab “that’s good” n harus tetep positif thinking to ALLAH SWT.



Ha .. ha .. Ha .. ha .. aku juga pernah mendengar kisah ini lia. Memang bagus banget deh. ini menyadarkan kita bahwa ALlah sudah merancang segala sesuatunya dengan amat sangat teliti dan cermat.
Duh, jadi inget temenku Ramanda. dia yang menceritakan cerita ini untuk pertama kalinya.