Kemarin aku baru aja nonton Film Laskar Pelangi di bioskop, betapa hebat Film itu sampai membuat aq merenung lama sekali, sungguh betapa tidak bersyukurnya aku tapi setelah perenungan ini aku berhasil membuat suatu puisi.
Maafkan, Ampuni dan Cintai
Maafkan Hamba ya ALLAH
Karena Hamba selalu bertanya
Maafkan Hamba ya ALLAH
Karena Hamba selalu berucap kenapa
Maafkan Hamba ya ALLAH
Karena Hamba selalu mengeluh
Ampuni Hamba ya ALLAH
Karena Hamba selalu kurang mendekatiMU
Ampunilah Hamba ya ALLAH
Karena Hamba selalu kurang mendekatiMU
Ampunilah Hamba ya ALLAH
Karena Hamba selalu kurang bersyukur
Ampunilah Hamba ya ALLAH
Karena Hamba terlalu menjahuiMU
Cintai Hamba ya ALLAH
Karena Hamba membutuhkanMU
Cintai Hamba ya ALLAH
Karena hamba membutuhkan kasih sayangMU
Cintai Hamba ya ALLAH
Karena ENGKAU adalah penerangku didalam gelapku
Cintai Hamba ya ALLAH
Karena Hamba menginginkan Rahmat dan HidayahMU
Ya ALLAH sungguh hina hamba ya ALLAH…….
Sesungguhnya hamba sungguh tidak pantas mengucapkan semua itu…..
Maafkan,ampuni dan cintailah Hamba ya ALLAH……
Maha Besar ENGKAU ya ALLAH…..
Pantaskah Hamba ya ALLAH?
Ditulis oleh Hamba ALLAH, Lia Wahyu Afrilia….




Sepertinya hebat ya filmnya? tapi, menurutku sehebat apa pun film itu, tetap saja dia adalah fiksi alias cerita rekaan alias khayalan alias tidak nyata alias bohongan alias dusta, dan dusta itu dosa. Selain itu, dalam film tentunya ada tokoh yang diperankan oleh artis baik pria maupun wanita. Tentu dalam casting, artis wanita dan pria saling pandang-pandangan, jabatan tangan, berkhalwat, bercanda ria, mungkin berciuman, berpelukan, dan seabrek kemaksiatan lainnya yang hanya Allah yang tahu. Dan semua itu tentu saja bertentangan dengan syariat Islam. Terus hasilnya, berupa film, disuguhkan ke hadapan kaum muslimin. Nih, hasilnya dari casting itu, sudah jadi film bagus berserta efek suara yang menyentuh hati, silakan nikmati sajian ini. Tentunya ini adalah suatu jalan yang rusak. Kaum muslimin dituntun untuk menonton adegan yang tidak pantas, seperti bergandengan pria dan wanita yang bukan mahram, berciuman, berpelukan, saling menyapa, kemudian pacaran. Akhirnya, kaum muslimin merasa dan beranggapan adegan-adegan semacam itu sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa. Terus kalau demikian kenyataannya, setujukah km dg film2 semacam itu? Masihkah memendam hasrat untuk menontonnya kembali? Adakah perasaan di dalam sanubari utk menolaknya?
Kita takut kepada Allah dari jalan syetan. Semoga Allah menunjuki kita ke jalan yang diridhai-Nya dan bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan jalannya orang-orang yang sesat.
maaf mas anto difilm Laskar pelangii deceritakan tentang anak2 kecil yang berjuang untuk bisa sekolah, ada kisah seorang anak 10 tahun yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya dan dia harus melepas semua cita2nya, sang anak harus meneruskan tanggung jawab kedua orang tuanya yaitu membesarkan semua adik2nya, ceritanya anak itu sangat pintar tetapi tidak mempunyai kesempatan untuk bersekolah. Dan itu adalah kisah nyata, saya sangat tersentuh dengan cerita itu karena selama ini saya kurang bersyukur karena saya yang mempunyai kesempatan dalam mengenyam dunia pendidikan tidak mempunyai keinginan kuat seperti dalam Film itu, tokoh utamanya juga anak2, jadi ALHAMDULILLAH tidak ada adegan yang sekiranya kurang baik, di cerita itu murni tentang pendidikan kemauan keras dari anak2 yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan semangat keras mereka memberikan saya inspirasi, bahkan SD disebelag rumah saya, para murid2nya satu sekolah di beri tugas untuk menonton Film tersebut.
Bahkan ketika saya menonton Film tersebut, di bioskop banyak keluarga yang ikut menonton bahkan kakek neneknya juga ikut…
Saya sangat tercengang dengan keberanian dan tekad yang kuat dari anak2 yang ada di cerita Laskar Pelangi
Baiklah kalau memang di film itu tidak ada unsur2 yang saya sebutkan di atas. Lalu bagaimana dengan tokoh-tokoh yang lain. Selain itu, tetap kita dijauhkan dari pendidikan Alquran dan sunnah dengan mewajibkan anak2 menonton film. Mungkin film laskar pelangi, menurut sebagian orang bagus, tetapi bukankah dengan mewajibkan atau minimal membolehkan anak menonton film itu artinya telah memberikan ruang bebas bagi anak untuk mengimprovisasikan hobinya (nonton), bukan tidak mungkin dia juga nanti akan menonton film2 lain di bioskop. Bukankah di bioskop itu tidak hanya laskar pelangi aja kan yang diputar? Ada film2 barat, film2 yang merusak lainnya. Inilah awal malapetaka itu.
Terima kasih atas informasinya, mungkin bisa saya jadikan bahan rujukan untuk introspeksi diri soalnya saya dibesarkan dari keluarga yang suka nonton Film di bioskop ketika saya masih kecil saya sering dibawa oleh orang tua untuk nonton di bioskop, saya akui memang ini sudah jadi kebiasaan saya sendiri dari kecil sampai dewasa, saya ucapkan terimakasih banyak untuk akhi Anto.
Salam Kenal buat Anto…begini…bukannya saya membela hak seseorang untuk menonton sebuah FILM di Bioskop. Tapi biarlah mereka menonton…biarlah mereka mengambil sari patinya….Baik (Diambil) / Jelek (Dibuang) …. Habis (Perkara)…So Everything is Gonna Be Alright Bro… Inti dari yang saya maksud adalah “Segala Sesuatu diliat dari niatnya aja….” jika seseorang niat nonton film untuk melihat adegan maksiatnya…maka (Haramlah) demikian sebaliknya….dan juga jika ada anak2 yang mau nonton Film Dewasa…yang seharusnya tidak boleh dilihat maka seharusnya Orang Tuanya tidak ‘BODOH’ untuk membiarkan anak2 nya melihat…..jika orang DEWASA yang mau nonton FILM DEWASA …. maka sewajarnya…kita harus menyikapinya dengan Qur’an dan Hadits juga….sudah layakkah FILM itu kita tonton menurut hukum islam…….. Kalo kita hanya men-judge orang yang mau nonton FILM (apalagi notabene FILM itu sedikit banyak ada unsur pendidikannya) …menurut saya ‘ORANG ITU SALAH ALAMAT’ dan tidak bisa ‘BERCERMIN’ pada dirinya sendiri (sudah benarkah diri kita sendiri/tindak-tanduk/tingkah-laku kita sehari2)…Trims ‘NO HURT FEELING’ … “OK”….CHAYOOO….WASSALLAM….