Surat ini saya temukan dalam buku “Bulan Sabit Di atas Menara Eiffel” by Abd al Mallik (Regis Fayette Mikano), buku tersebut menjelaskan perjuangan batin seorang pria kulit hitam berdomisili di prancis dan sedang mencari jati diri dimana didalam kehidupannya penuh dengan kekerasan, pencurian, pembunuhan, narkoba dsb. Lalu suatu saat dia memutuskan untuk menjadi mualaf dan menemukan indahnya kehidupan dalam dunia keislamannya. Buku ini cukup berpengaruh dan sangat menginspirasi saya lebih-lebih ketika saya membaca surat Malcolm X yang ada di buku ini, saya ingin berbagi untuk para visitors di blog saya mengenai isi surat dari Malcolm X. Berikut surat tersebut saya muat dibawah ini.
“Tidak pernah”, tulis Malcolm X, “kujumpai keramahan setulus dan persaudaraan seerat seperti yang kulihat terjalin diantara laki-laki dan prempuan dari semua ras di tanah suci ini, tempat lahir dari Ibrahim, Muhammad dan para nabi lain pewarta kitab-kitab suci. Tidak pernah aku dihormati sebagaimana disini. Tidak pernah aku merasa begitu rendah diri sekaligus bermartabat. Amerika perlu memahami islam, karena ialah satu-satunya agama yang tidak mengenal rasisme. Haji telah memaksaku untuk meninjau ulang pemikiran-pemikiranku, dan membuang kesimpulan-kesimpulan yang telah kuambil. Sepanjang sebelas hari yan telah kulewati disini, didalam Dunia Muslim, aku makan dari piring yang sama, minum dari gelas yang sama, tidur diatas kasur yang sama (atau karpet yang sama), aku menyembah tuhan yang sama dengan para saudara seagama yang memiliki warna mata yang paling biru, rambut yang paling pirang, dan kulit yang paling putih. Dalam perkataan maupun perbuatan mereka, Muslim kulit “putih” sama tulusnya denga muslim kulit “hitam” dari Afrika-orang Nigeria. Sudan dan Ghana. Kami sungguh-sungguh merupakan saudara. Karena keimanan- keimanan mereka pada satu tuhan yang sama, mereka menyingkirkan semua pertimbangan ras dari pikiran, perbuatan, dan perilaku mereka. Sembari memerhatikan mereka, aku berpikir apabila orang-orang kulit putih Amerika mengakui keesaan Tuhan, mereka mungkin bisa mengakui kesatuan manusia dan berhenti bertikai, mencelakai orang lain, karena alasan warna kulit. Rasisme adalah penyakit kanker bangsa Amerika. Orang-orang “kristen” kulit putih dari bangsa kami seharusnya meninjau solusi Islami terhadap masalah ini; solusi yang telah banyak terbukti berhasil, dan yang mungkin dapat turun tangan pada waktu yang tepat untuk menyelamatkan Amerika dari sebuah bencana yang semakin dekat. Bencana yang sama telah menimpa Jerman yang rasis dan berakhir dengan menghancurkan rakyat Jerman sendiri….
See, betapa Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai martabat manusia, didalam islam tidak ada etnis jawa, cina, batak dsb. Tetapi yang ada hanyalah keimanan dari manusia itu sendiri. Di dalam Islam yang dilihat hanyalah keimanan seseorang bukan dari kekayaan dan etnis atau ras seperti yang dikemukakan oleh Malcolm X, seorang kulit hitam yang beragama Islam dan tinggal di Amerika dimana masalah rasism sangat kental sekali. Oleh karena itu marilah kita meningkatkan kadar keimanan kita agar menjadi seorang muslim yang baik.
By Lia Wahyu Afrilia





saya baru aja nonton film biografi beliau…
benar2 muslim yang berkarakter..
nice blog !:D
Thanx ya Ilham, klo ga keberatan boleh tau ga judul Filmnya apa? (^_^)v
gimana mbak? uda dapat filmny?
belom, klo Filmnya boigraphy memang rada susah, tapi aku akan tetap berusaha…